Timnas U-19 Indonesia Genjot Fisik Kini Menuai Hasil
Kagum dengan stamina para pemain timnas U-19 yang tetap memburu bola
sampai peluit akhir dibunyikan wasit? Semangat saja tentu tidak cukup,
harus didukung pula dengan kemampuan fisik yang terlatih.
Pada
dua turnamen terakhir, Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-19,
fisik Evan Dimas dan kawan-kawan seperti tidak berkurang. Daya jelajah
Maldini, Hargianto, dan pemain di semua sektor ibarat tanpa batas.
Mereka
bergerak mendatangi setiap sisi lapangan dengan stamina prima dan
menjegal bola yang direbut pemain lawan. Pergerakan timnas U-19 di
lapangan itu melepas jargon Indonesia selalu kedodoran ketika masuk
babak kedua.
Di balik ketahanan fisik para pemain timnas U-19 itu, rupanya ada
pelatih fisik yang secara khusus ditunjuk pelatih Indra Sjafri untuk
mempersiapkan skuadnya.
Dialah Nursaelan Santoso, pelatih fisik timnas U19, yang memegang peran penting tersebut.
Nursaelan
mengaku tidak ada ilmu khusus yang berbeda dengan pelatih fisik
lainnya. Namun, ia punya kiat mendongkrak kinerja fisik asuhannya.
"Saya hanya memegang prinsip latihan fisik harus menyenangkan.
Latihan fisik identik dengan stamina terkuras karena terus digenjot.
Sebelum masuk ke fase itu, saya menanamkan di benak pemain jika latihan
yang akan dijalankan menyenangkan. Sesekali ada pendekatan personal,"
kata Nursaelan.
Selain latihan menyenangkan, Nursaelan mencoba menumbuhkan kesadaran
pada diri masing-masing pemain untuk terus menantang diri sendiri agar
selalu berkembang. Ia tak ingin latihan fisik menjadi beban, tetapi
justru jadi sesuatu yang menantang.
Ia mencontohkan, ketika
Indonesia kalah 1-2 dari Vietnam pada penyisihan grup B Piala AFF,
dengan kesadaran sendiri, justru pemain yang meminta maaf.
"Beberapa
pemain bilang ke kami, 'Maafkan kami, harusnya kami bisa lebih baik'.
Di pikiran mereka, sudah tidak ada lagi itu istilah latihan fisik berat,
tapi mereka berusaha memaksimalkan kelebihan yang dimiliki seperti
kecepatan," ungkap Nursaelan.
Namun, Nursaelan mengakui lebih
mudah melatih para pemain muda. Dalam kariernya, Nursaelan pernah
menjadi pelatih fisik Persita Tangerang tahun 2005 yang di dalamnya ada
sejumlah pemain seperti Zaenal Arif, Ilham Jayakesuma, dan Supriyono.
"Mungkin karena masih muda, relatif bisa diatur. Mereka disiplin dan
mudah diingatkan," ungkap Nursaelan yang juga dosen kepelatihan sepak
bola 1 dan 2 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta.
0 comments: